Lapatikala Literacy

Penjelajah dan Pengumpul Esensi

Membaca jejak peradaban, bahasa, sains, dan tanda-tanda zaman

Tulisan Pilihan

Lihat arsip
Sosial Budaya15 menit baca

Bissu dan Biksu: Jejak Buddhis yang Tersimpan di Lidah Orang Bugis

Artikel ini menelusuri kemungkinan hubungan etimologis antara istilah *bissu* dalam tradisi Bugis dan *biksu* dari bahasa Sanskerta *bhikṣu*. Dengan menelaah pola perubahan bunyi dalam bahasa Bugis, jejak arkeologis Buddhisme di pesisir Sulawesi, serta kemiripan kedudukan ritual bissu dengan *to burake* di Toraja, artikel ini mengajukan hipotesis bahwa nama *bissu* mungkin merupakan hasil asimilasi istilah Buddhis terhadap pranata ritual lokal yang telah lebih dahulu ada. Jika hipotesis ini benar, yang diwarisi masyarakat Bugis dari persentuhan dengan Buddhisme mungkin bukan pranata bissunya, melainkan nama yang hingga kini tersimpan dalam lidah mereka.

Video Terbaru

Semua video

Tulisan Terbaru

Fadly Bahari

Angka 578 dan Tiga Babak: Sebuah Tafsir atas Jarak Hari

Tulisan ini adalah refleksi atas sebuah keganjilan angka dalam tiga peristiwa besar di tubuh Polri: tragedi KM 50 (7 Desember 2020), pembunuhan Brigadir Yosua di Duren Tiga (8 Juli 2022), dan penetapan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo (3 November 2026). Dengan hitungan tahun 365 hari, jarak antarperistiwa itu adalah 578 dan 1.578 hari, sehingga interval kedua tepat sama dengan interval pertama ditambah seribu. Pola ini dibaca sebagai tanda lewat lensa kalender kuno, sinkronisitas, dan konsep *ayat* dalam khazanah Islam. Tulisan ini juga terbuka soal batas-batasnya: pola hilang jika hari kabisat dihitung, dan angka tidak dapat menjadi bukti keterlibatan siapa pun.

Baca selengkapnya: Angka 578 dan Tiga Babak: Sebuah Tafsir atas Jarak Hari
4 menit bacaNubuwwah Akhir Zaman
Fadly Bahari

Bissu dan Biksu: Jejak Buddhis yang Tersimpan di Lidah Orang Bugis

Artikel ini menelusuri kemungkinan hubungan etimologis antara istilah *bissu* dalam tradisi Bugis dan *biksu* dari bahasa Sanskerta *bhikṣu*. Dengan menelaah pola perubahan bunyi dalam bahasa Bugis, jejak arkeologis Buddhisme di pesisir Sulawesi, serta kemiripan kedudukan ritual bissu dengan *to burake* di Toraja, artikel ini mengajukan hipotesis bahwa nama *bissu* mungkin merupakan hasil asimilasi istilah Buddhis terhadap pranata ritual lokal yang telah lebih dahulu ada. Jika hipotesis ini benar, yang diwarisi masyarakat Bugis dari persentuhan dengan Buddhisme mungkin bukan pranata bissunya, melainkan nama yang hingga kini tersimpan dalam lidah mereka.

Baca selengkapnya: Bissu dan Biksu: Jejak Buddhis yang Tersimpan di Lidah Orang Bugis
15 menit bacaSosial Budaya