Kepopuleran Sanat Kumara di Kalangan Mistikus Teosofi

Patung Dewa Muruga (nama lain Kumara) yang berdiri di Batu Caves, Selangor, Malaysia.

Dalam tulisan sebelumnya (Kumara Sang Dewa Perang yang Disebut Dalam Wangsit Jayabaya) telah saya bahas mengenai adanya penyebutan nama ‘Kumara’ dalam wangsit Jayabaya dan, penjelasan mengapa Prabu Jayabaya menyebutnya “dewa perang” dan juga “kumara prewangan”.

Dalam bagian ini saya akan mengulas sosok Kumara yang juga populer di kalangan mistikus teosofi.

Teosofi adalah filsafat keagamaan yang dibentuk pada tahun 1875 oleh mistikus Rusia Helena Blavatsky. (sosok Helena Petrovna Blavatsky telah saya bahas dalam tulisan: Koneksi Okultisme Nazi, Tibet, dan Rosicrucian)

Secara umum Teosofi berpandangan bahwa setiap agama yang hadir di dunia sejak masa kuno mempunyai kepingan kebenaran. Mereka percaya bahwa kesemua agama tersebut pada dasarnya berasal dari satu sumber, karena itu, mencoba memulihkan kembali pengetahuan agama-agama kuno adalah salah satu concern mereka. Dalam hal ini, study perbandingan agama adalah hal yang akrab mereka lakukan.

Yang menarik dan tentu saja menimbulkan kontroversi, seperti yang telah diajarkan oleh Blavatsky, teosofi memandang bahwa terdapat para ahli spiritual kuno dan rahasia yang berpusat di Tibet. Bahkan, Blavatsky mengaku pernah melakukan kontak dengan mereka. Menurutnya, Ada Sembilan “Hidden Masters” yang diduga tinggal di Mesir, Siprus, Palestina, Meksiko, Italia, Afrika, Jerman, India, dan Inggris. 

Blavatsky juga membuat pernyataan bahwa dia telah menghabiskan tujuh tahun di Tibet, bekerja dengan tuannya yang misterius (the hidden masters) yang tinggal di sana tetapi bukan orang Tibet yang, ia katakan pula telah memberinya perintah “untuk membentuk sebuah komunitas rahasia seperti Rosicrucian Lodge.” Tak lama setelah ini kemudian mendirikan Theosophical Society di akhir musim panas 1875.

Pemuda Abadi dan Teladan Kebenaran Realitas

Menurut publikasi teosofi (setidaknya setelah memasuki abad 20), Tuan Sanat Kumara adalah “Advance Being” pada tingkat inisiasi Kosmik, dianggap sebagai “Raja dunia” dan “pemimpin umat manusia”. Dia dipercaya berdiam di tanah murni Shamballa.

Penyebutan kalangan teosofi (dan komunitas mistikus lainnya) terhadap Sanat Kumara sebagai sosok guru pencerahan spiritual (ascended master), nampaknya, bersumber dari teks hindu Chandogya Upanishad yang, di Prapathaka VII menyajikan dialog Sanat Kumara dan Narada. Dalam bagian ini Sanat Kumara muncul sebagai Resi tempat Narada meminta petunjuk.

Dalam bahasa Sanskerta, “Sanat Kumara” berarti “Pemuda Abadi”. (lihat lampiran berikut)

Arti kata ‘sanat’ dalam bahasa Sanskerta (dokpri)
Arti kata ‘kumara’ dalam bahasa sanskerta (dokpri)

Dalam pemahaman yang lebih luas, kata ‘sanat’ dianggap terkait dengan kata ‘sant’ dalam tradisi Hinduisme, Jainisme, Sikhisme dan Budha, yaitu: manusia yang dihormati karena pengetahuannya tentang “diri, kebenaran, realitas” dan sebagai “teladan kebenaran”. Dalam Sikhisme, kata ini digunakan untuk menggambarkan makhluk yang telah mencapai pencerahan spiritual dan kekuatan ilahi melalui persatuan dengan Tuhan.

Author: fadlybahari

Penjelajah dan Pengumpul Esensi

2 thoughts on “Kepopuleran Sanat Kumara di Kalangan Mistikus Teosofi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s