Lamed Vav Tzadikim: 36 Orang Saleh yang Mengembara di Bumi

1 Shares
Reading Time: 8 minutes

Lamed Vav Tzadikim artinya “36 orang saleh”, adalah orang-orang saleh yang mengembara di bumi tanpa diketahui identitasnya oleh orang lain. 

Dalam tradisi mistik Yahudi kuno, dipercaya bahwa dalam setiap zaman di sepanjang sejarah umat manusia selalu ada 36 orang saleh ini. Dikatakan bahwa demi merekalah Tuhan tidak menghancurkan dunia, bahkan ketika dosa menguasai umat manusia.

Dalam mistisisme Yahudi abad pertengahan, 36 manusia itu kemudian dikenal sebagai Tzadikim Nistarim, artinya “orang-orang saleh yang tersembunyi” (Tzadikim= Orang saleh; Nistarim= tersembunyi). 



Sebutan Lamed Vav merujuk pada konsep Gematria Ibrani. Lamed, huruf keduabelas dalam alphabet hebrew, memiliki jumlah gematria 30, sementara Vav, huruf keenam dalam alphabet hebrew, memiliki jumlah gematria 6.



Orang-orang Yahudi hasid, yaitu  cabang Yahudi Ortodoks yang menjadikan mistisme Yahudi sebagai aspek fundamental kepercayaannya, Percaya bahwa 36 orang suci tersebar di antara diaspora komunitas Yahudi di seluruh penjuru dunia. Mereka terkadang mengaitkan kekuatan luar biasa dan kualitas kesucian yang dimiliki oleh rabi mereka, dimungkinkan, oleh karena rabi tersebut telah berguru pada salah satu orang suci tersebut.

Teman-teman, dukung saya dengan subcribe di Channel Youtube ini... itu akan sangat membantu channel Youtube ini untuk terus berkembang. Terima kasih!

Yahudi hasid percaya bahwa, kadang, salah seorang dari Tzadikim Nistarim akan muncul untuk menyelamatkan komunitas Yahudi atau sekelompok orang yang tidak bersalah dari bencana atau penganiayaan, lalu kemudian akan kembali menghilang. 

Menghilang yang dimaksudkan adalah bahwa mereka kembali berbaur dalam kehidupan masyarakat umum dan melakukan rutinitas yang sama sekali tidak menunjukkan bahwa mereka adalah orang suci yang special.

Mereka adalah manusia biasa, yang hidup dan mati seperti orang lain. Ketika salah satu dari mereka telah tiba ajalnya, perannya kemudian diteruskan oleh sosok lain yang terpilih. Jadi, mereka akan senantiasa berjumlah 36 orang.



Legenda tentang 36 Tzadikim Nistarim yang telah berkembang sekian lama di antara komunitas Yahudi, membuahkan panduan bahwa, karena kita tidak tahu persis siapa 36 orang saleh yang bisa jadi ada di antara kita, maka, dianggap penting untuk senantiasa berbaik hati kepada semua orang yang kita temui, terutama orang yang terlihat begitu tak berdaya yang ada di antara kita. Ini untuk menghindari, jangan sampai terjadi kita tidak menawarkan kebaikan kepada salah satu dari 36 orang suci, yang menjadi sandaran kelangsungan hidup dunia.

Asal usul Legenda Lamed Vav Tzadikim Nistarim

Keberadaan 36 orang shalih pertama kali disebutkan dalam Talmud Babilonia, diturunkan atas nama amora Abbaye yang menyatakan bahwa: “tidak kurang dari 36 orang saleh di dunia yang menyambut Shekhinah di setiap generasi.” 

Shekhinah adalah kedamaian yang tersaji berkat kehadiran rahmat Ilahi. Terminologi ini bisa dikatakan sama persis dengan makna “sakinah” dalam tradisi Islam.

Bagian Talmud yang lain, yang juga menyebutkan “orang-orang saleh yang menopang dunia”, memberikan angka selain 36, yaitu 45. 30 orang berada di tanah Israel, dan 15 di Babilonia.



Kedua sumber inilah yang melahirkan gagasan keberadaan 36 orang saleh yang menopang kehidupan dunia dalam kepercayaan tradisi mistisme Yahudi.

Beberapa kalangan menduga bahwa legenda tentang 36 Tzadikim Nistarim mungkin berawal-mula dari Rabbi Shimon ben Yohai, yang tinggal di Tanah Suci pada abad kedua Masehi, yang dalam tafsiran alkitab menyatakan bahwa jika orang tertentu masih hidup pada zamannya sendiri, Tuhan pasti tidak akan menghancurkan dunia. Dalam versi ini angka 36 belum disebutkan.

Seabad kemudian, Abbaye, salah satu orang bijak yang memberi komentar dalam Talmud, menambahkan bahwa setiap saat, “tidak pernah kurang dari 36 orang yang menyambut Shekhinah,” atau kehadiran (rahmat) Tuhan di dunia. (Sanh. 97b; Suk. 45b) 

Abbaye mendasarkan penilaiannya pada sebagian kalimat pada Yesaya 30:18, yang berbunyi, “diberkatilah semua orang yang menunggu untuk dia.” Kata “untuk dia” dalam bahasa Ibrani juga “lamed vav” atau angka untuk 36, sehingga jumlahnya menjadi tetap. 



1 Shares