Misteri Bidang Tanah Berbentuk Kuda

dokpri
Bidang tanah berbentuk kuda di tepi Sungai Ussu, di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (dokpri)

Bidang tanah berbentuk kuda di tepi sungai Ussu yang terlihat pada gambar di atas (letak koordinat), saya temukan setelah menerjemahkan nama Simpurusiang (raja ketiga Luwu) dengan metode yang sama saya gunakan dalam melacak tempat berlabuhnya bahtera Nabi Nuh, yaitu meninjau nama gunung “judi” dalam aksara Cina (silakan baca di sini: Ini Jawaban Misteri Bahtera Nabi Nuh).

Hasilnya seperti dibawah ini….

(dokpri)

Hasil penerjemahan tersebut (bidang – kuda – tepi sungai – susu – mati – secara rahasia), secara intuitif saya tafsirkan maknanya menjadi: “bidang tanah berbentuk kuda di tepi sungai ussu, kematian (kuburan) yang dirahasiakan”.

Dari pesan yang diurai dari penerjemahan nama Datu Simpurusiang ini, hal yang dapat ditarik adalah bahwa kemungkinan bidang tanah tersebut merupakan makam dari Datu Simpurusiang. 

Namun karena dalam kepercayaan orang di Luwu bahwa Simpurusiang tidak mati tapi “mallajang” atau moksa dalam pemahaman tradisi Jawa.

Maka bisa juga ada kemungkinan bahwa lokasi tersebut adalah tempat dikuburkannya benda-benda yang terkait dengan beliau semasa hidup.

Apapun itu, hal penting yang mesti dipahami terkait fenomena ini adalah, bahwa orang-orang besar di zama dahulu biasanya memang menyimpan makna tersembunyi di balik namanya.

Sebelum saya merilis hipotesis ini, tak seorang pun masyarakat lokal (orang Luwu) yang menyadari Keberadaan bidang tanah yang berbentuk kuda ini.

Hal ini terutama disebabkan oleh karena bidang tanah berbentuk kuda ini cukup luas. Jika diukur menggunakan Google earth, dari ujung kepala sampai ujung pantat kuda berjarak 1,6 km, sementara dari punggung hingga ujung kaki mencapai hampir 1 km. 

Jadi, kita memang butuh berada di atas ketinggian beberapa ratus meter dari permukaan tanah untuk dapat melihat secara jelas bidang tanah yang berbentuk kuda tersebut.

Dan oleh karena kawasan ini memang luas, mencapai beberapa ratus Hektar, tentu saja butuh waktu dan biaya besar untuk menelusuri bagian per bagian kawasan tersebut.

Tapi jangan khawatir. Karena sesungguhnya saya punya metode untuk dapat menentukan di mana letak spesifik yang mesti diprioritaskan.

Metode tersebut saya simpulkan dari hasil memahami alur alam berpikir orang-orang di masa kuno, terutama tentang bagaimana mereka kerap menggunakan metafora sebagai teknik menyimpan pesan-pesan sakral.

Berikut ini penjelasannya…

Author: fadlybahari

Penjelajah dan Pengumpul Esensi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s