Malaka Dalam Catatan Portugis

de stad Malacka - Malaka dalam catatan Portugis
0 Shares
Reading Time: 4 minutes

Sepanjang abad ke-16, Portugis membangun apa yang mereka sebut ‘Estado da India’. Nama ini diberikan Portugis untuk wilayah koloni kerajaan mereka yang terbentang dari India hingga Asia Timur.

Estado da India bisa dikatakan adalah jaringan koloni Portugis yang pada dasarnya bersifat maritim, yang terdiri dari jaringan benteng, kota, dan pos perdagangan, yang tersebar di sepanjang pantai Asia – saling berhubungan karena memiliki rute maritim yang jelas – yang secara rutisn dilalui oleh kapal-kapal Portugis.

Goa di India merupakan “Ibu kota” Estado da Índia. Dikendalikan oleh aparat politik, militer dan administrasi, yang dipimpin oleh seorang raja muda atau gubernur, umumnya berasal dari bangsawan tinggi Portugis dan biasanya dengan masa jabatan tiga tahun.



Kesuksesan Portugis membangun jaringan koloni “Estado da India” di dunia timur sangat dimungkinkan oleh teknologi militer dan angkatan laut mereka yang sangat maju pada saat itu.

Selain penguasaan teknologi, siasat penggunaan kolaborator asal Oriental (orang timur) yang mereka manfaatkan untuk pengumpulan informasi sistematis tentang realitas di sekitarnya, pembentukan aliansi dan perjanjian dengan penguasa regional Asia, kerja sama dengan mitra komersial lokal, juga merupakan faktor penting kesuksesan mereka.

Selain Goa di benua India, Pelabuhan Malaka, yang ditempati oleh Afonso de Albuquerque pada tahun 1511, juga adalah salah satu simpul dalam jaringan raksasa yang didirikan oleh Estado da Índia.

Teman-teman, dukung saya dengan subcribe di Channel Youtube ini... itu akan sangat membantu channel Youtube ini untuk terus berkembang. Terima kasih!

Buku Suma Oriental digunakan sebagai titik awal untuk mengobservasi Malaka. Ini adalah buku berisi informasi geografis Asia pertama yang diproduksi setelah kedatangan Portugis ke Timur, tepatnya ditulis di Malaka, oleh apoteker Portugis Tomé Pires, antara tahun 1512 dan 1515, ketika ia bekerja di sana sebagai pengawas.

Buku Suma Orienal sempat menghilang berabad-abad lamanya. Pada tahun 1944, Armando Z. Cortesao menerbitkan terjemahan Suma Oriental ke dalam bahasa Inggris, berdasarkan versi salinannya yang ditemukan di Perpustakaan Chambre des Deputes di Paris.



Dalam buku Suma Oriental terdapat gambar terakhir kota pelabuhan Malaka sebelum penaklukan Portugis tahun 1511.

Tomé Pires berbicara tentang Malaka sebagai kota metropolis yang sangat besar, dengan lebih dari 100.000 penduduk, di mana pedagang dari lebih dari delapan puluh tujuan geografis yang berbeda bersinggungan.

Pentingnya Malaka yang luar biasa diringkas Tome Pires dalam ungkapan terkenalnya: “Siapa pun yang pergi ke Malaka, tangannya di leher Venesia” (Armando Cortesão (ed.), A Suma Oriental…, p. 441).

archive.org/details/dli.ernet.535524/page/n249/mode/2up?view=theater(buka di tab baru)

Diyakini bahwa karakteristik Malaka yang disajikan oleh Tomé Pires – mencerminkan Malaka sebagai sebuah kota pelabuhan raksasa, dengan puluhan ribu penduduk, dan pergerakan kapal yang tak henti-hentinya dari empat penjuru Asia.

Ilustrasi sosok Tome Pires

Apa yang dideskripsikan Tomé Pires tentang Kota Pelabuhan Malaka, tampak sejalan dengan kesaksian Gaspar Correia, seorang penulis sejarah Portugis yang tinggal di India dari tahun 1512 hingga kematiannya, sekitar tahun 1563.

Selama periode ini, Correia menulis karyanya Lendas da Índia, sebuah kronik monumental tentang pencapaian maritim dan militer Portugis di Timur, yang ditulis tangan pada saat itu, dan diilustrasikan dengan serangkaian pemandangan pelabuhan. Figur Malaka dalam ilustrasi ini, yang mengungkapkan pandangan Portugis pertama pada realitas urban Asia.

Malaka, digambar oleh Gaspar Correia. DIperkirakan dibuat sekitar dekade 1520-1530



0 Shares