Benarkah Umur Umat Islam Tidak Lebih Dari 1500 tahun?

0 Shares
Reading Time: 10 minutes

Dalam artikel ini saya akan membahas pandangan esoterisme tentang pembukaan segel wahyu Yohanes yang terdapat dalam kitab Wahyu. Tapi sebelum kita memasuki pembahasan itu, terlebih dahulu saya akan membahas sebuah polemik mengenai pendapat bahwa umur umat Islam tidak akan lebih dari 1500 tahun.

Imam Ibnu Rajab Al Hanbali mengatakan bahwa umur umat islam adalah lebih dari 1400 tahun dan kurang dari 1500 tahun. Sedangkan Imam Ibnu Hajar Al Asqolani dalam kitabnya Al Ijarah dan Kitabul Fitan bahkan mengatakan hal yang lebih spesifik yakni umur umat Islam adalah 1476 tahun.

Jika yang dimaksud 1500 tahun itu adalah tahun hijriyah maka, umur umat Islam sekaligus umur dunia ini maksimal hanya sampai tahun 2077 masehi (30 Dzulhijjah 1500 Hijriah jatuh pada tanggal 16 November 2077 Masehi).



Jadi bagaimana, apakah informasi tentang “umur umat Islam” ini benar?

Selama ini banyak pertentangan yang timbul di kalangan umat Islam mengenai informasi ini. Artikel-artikel yang banyak beredar di internet terkait hal ini, umumnya terlihat kontra. dengan memberikan berbagai macam alasan bantahannya.

Mengapa lebih banyak artikel yang muncul memberi pendapat yang kontra?

Teman-teman, dukung saya dengan subcribe di Channel Youtube ini... itu akan sangat membantu channel Youtube ini untuk terus berkembang. Terima kasih!

Dalam pandangan saya itu karena, biasanya, hanya orang yang ingin mengajukan sanggahannya saja yang meluangkan waktu menulis dan mempublikasikan tulisannya itu. Yang sependapat, cenderung tidak ada motivasi untuk menulis hal tersebut, kecuali dia memiliki pendapat yang menguatkan.

Tapi jika saya ditanya, apakah informasi itu benar? Saya akan mengatakan, tampaknya ada kemungkinan informasi itu benar. Dan tentu saja saya memiliki alasan ketika mengatakan pendapat ini.

Sebelum saya menjelaskan alasan saya, terlebih dahulu saya ingin mengkritisi dinamika yang berkembang di seputar subjek ini.

Saya mengamati, selama ini, perdebatan yang muncul di seputar subjek ini, materinya di seputar itu-itu saja. Tidak ada upaya untuk melihat dari perspektif yang lain. Perdebatan itu misalnya seperti sanggahan yang diberikan banyak kalangan pada Imam As-Suyuthi yang dianggap sebagai salah satu orang yang paling meramaikan pendapat ini ke permukaan.



Sebenarnya, tidak ada salahnya untuk menyelidik hal ini (tema apokalips) dalam kitab tradisi kepercayaan lain, misalnya Yahudi dan kristen. Karena bagaimana pun, Yahudi, Kristen dan Islam sangatlah terkait, sebagaimana pernyataan Allah dalam Al Quran bahwa Muhammad hadir menyempurnakan ajaran-ajaran yang disampaikan nabi terdahulu, begitu pula Al Quran adalah penyempurna kitab-kitab terdahulu.

Demikianlah, apa yang akan saya jelaskan di bawah ini adalah upaya saya untuk membuktikan bahwa pada dasarnya informasi tentang akhir zaman, terutama informasi tentang “tidak lebih dari 1500 tahun umur umat Islam” sebenarnya dapat kita temukan penguatannya dalam kitab Yahudi ataupun Kristen.

Terkait dengan nubuat dalam Kitab Wahyu (Perjanjian Baru)

Informasi tentang “tidak lebih 1500 tahun umur umat Islam” adalah tema apokaliptik yang diisyaratkan pula dalam kitab Wahyu (perjanjian baru). Kitab Wahyu berisi pemikiran tentang penglihatan apokaliptik Yohanes (Nabi Yahya) tentang Tujuh segel simbolis, yang mana setiap pembukaan segel tersebut dianggap menandai dimulainya periode tertentu di masa depan.

Pembukaan segel kesatu sampai keempat ditandai dengan kemunculan “empat penunggang kuda”. sementara itu, pembukaan segel kelima disimbolisasi seruan dari jiwa orang-orang yang mati syahid, pembukaan segel keenam disimbolisasi penampakan gempa bumi yang dahsyat, dan pembukaan segel ketujuh menyajikan penampakan Tujuh Malaikat dan Tujuh Sangkakala.

Kemuncul empat penunggang kuda dibahas dalam Wahyu 6:1-8.

Penunggang kuda pertama berada di atas kuda putih, membawa busur, dan diberi mahkota.

Penunggang kuda kedua berada di atas kuda merah, membawa pedang.

Penunggang kuda ketiga berada di atas kuda hitam, membawa timbangan.

Penunggang kuda keempat berada di atas kuda berwarna pucat (kuning kehijauan), diberi wewenang atas seperempat bumi, untuk membunuh dengan pedang, kelaparan, wabah, dan melalui binatang buas di bumi.



Berikut ini bunyi ayat-ayatnya…

Segel kesatu (Kuda Putih)

Wahyu 6: 1-2

Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: “Mari!” Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.

Segel Kedua (Kuda Merah)

Wahyu 6: 3-4

Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kedua, aku mendengar makhluk yang kedua berkata: “Mari!” Dan majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah, dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar.

Segel Ketiga (Kuda Hitam)

Wahyu 6: 5-6

Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: “Mari!” Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya. Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: “Satu liter gandum untuk satu dinar, dan tiga liter jelai untuk satu dinar; tetapi jangan merusak minyak dan anggur.”



0 Shares