Bahasa

Tahukah kamu asal-usul kata 'Air'?

Dalam artikel sebelumnya (Tahukah Kamu Asal-usul 'Angin'?), saya telah mengulas asal-usul kata 'angin' - satu dari empat yang kita kenal dalam unsur dasar yang menyusun…

Fadly Bahari

Penulis · 290 tulisan

5 menit baca
Bahasa

Dalam artikel sebelumnya (Tahukah Kamu Asal-usul 'Angin'?), saya telah mengulas asal-usul kata 'angin' - satu dari empat yang kita kenal dalam unsur dasar yang menyusun makrokosmos dan mikrokosmos. Pada bagian ini saya lebih lanjut akan membahas asal-usul kata 'air'.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa bentuk kuno (arkais) kata 'air' adalah 'ayar'.

Dalam buku Asal Bangsa dan Bahasa Nusantara, Slamet Muljana mengungkap pendapat Ernest Hamy (1842-1908), bahwa asal-usul kata 'air' berasal dari kata 'ayar' (bahasa Melayu Kontinental), dan bahwa kata 'ayar' ini merupakan warisan dari bahasa purba yang disebutnya "Melayu Kontinental purba". Namun, Hamy tidak dapat mengatakan di mana bahasa Melayu Kontinental purba itu pernah diucapkan.

Sebutan Melayu Kontinental sendiri, bisa dikatakan merujuk pada wilayah daratan Asia Tenggara, mulai dari semenanjung Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Laos hingga Myanmar.

Tapi, di Melayu Kontinental, menurut Hamy sebagaimana yang dikutip Slamet Muljana dalam bukunya, kata 'ayar' terbatas hanya digunakan suku Jarai  (etnis yang bermukim di Dataran Tinggi Tengah Vietnam ), Piak (etnis yang bermukim di wilayah Laos dan Thailand utara), Preh (Terkonsentrasi di bagian selatan provinsi Dak Lak dan Dak Nong, dan sebagian Lam Dong dan Provinsi Binh Phuoc di Vietnam), dan beberapa lagi suku lainnya.

Kata Ayar atau pun air ini memang unik, karena bentuknya sama sekali berbeda, tidak menunjukkan sedikitpun kesamaan fonetis dengan kata air dalam bahasa-bahasa lain di dunia.

Berikut ini rincian kata 'air' dalam beberapa bahasa di dunia...

Penyebutan kata 'air' dalam beberapa bahasa di Eropa: Bosnian= voda; Catalan= aigua; Croatian = voda; Czech= voda; Danish = vand; Dutch = water; Estonian = vesi; Finnish = vesi; French = eau; Galician = auga; German = Wasser; Hungarian = viz; Icelandic = Vatn; Irish = uisce; Italian = acqua; Lithuanian = vanduo; Maltese = ilma; Norwegian = vann; Polish = woda; Portuguese = agua; Russian = vody; Serbian = voda; Slovak = voda; Slovenian = voda; Spanish = agua; Swedish = vatten; Ukrainian = voda; dan masih banyak lagi.

Penyebutan kata 'air' dalam beberapa bahasa di Asia: Armenian = jur; Azerbaijani = su; Bengali = pani;  Chinese = shui; Georgian = ts'q'ali; Gujarati = pani; Hindi = paanee; Japanese = shui; Kazakh = ; Khmer = tuk; Korean = mul; Lao = noa; Mongolian= ; Malayalam = vellam; Myanmar = ray; Nepali = paanee; Sinhala = jalaya;  Tamil = nir; Telugu = Nii; Thai = Na; Turkish = Su; Uzbek = suv; dan masih banyak lagi.

Penyebutan kata 'air' dalam beberapa bahasa di Timur tengah dan Afrika : Arabic = ma'an; Chichewa = madzi; Hausa= ruwa; Igbo = mmiri; Sesotho = metsi; Somali = biyaha; Swahili = maji; Yoruba= omi; Zulu = amanzi


"Air / Ayar" berasal dari nama Hajar istri Nabi Ibrahim

Jika ditinjau menurut perubahan fonetis, bentuk paling mungkin sebagai asal-usul kata 'air' ataupun 'ayar' adalah: 'ajar' - berasal dari nama "Hajar", istri Nabi Ibrahim. Sosok Hajar memang memiliki cerita yang melegenda - yang secara spesifik terkait masalah "air". Yaitu ketika beliau ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim di tengah padang gurun yang gersang bersama anaknya, Ismail yang masih bayi. Dalam riwayat disebutkan bahwa, tatkala melihat anaknya menangis kehausan, ia berlari  di antara bukit Safa dan Marwa tujuh kali dalam usahanya untuk mencari air. Hingga atas kehendak Allah, muncullah mata air Zam-Zam untuk mereka.

Kisah Hajar yang berusaha mencari air untuk anaknya dengan berlari di antara bukit Safa dan Marwa, kemudian dikenang dengan menjadi salah satu ritual bagi umat Muslim ketika berhaji.

Demikianlah, sepertinya memang ada kemungkinan jika kata 'ayar' yang merupakan bentuk kuno dari kata 'air', berasal dari nama "hajar'.

Entah bagaimana sehingga nama itu direkam oleh orang yang hidup jauh di Asia tenggara sebagai sebutan untuk air, sementara orang yang tinggal di jazirah Arab di mana hal itu terjadi lebih memilih kata 'ma'an' sebagai sebutan untuk air.

Meskipun demikian, saya melihat sebenarnya sebutan ma'an ini pun pada dasarnya ada keterkaitan dengan Hajar. Karena setelah saya mencari tahu apa sejarah di balik nama ma'an ini, saya menemukan jika ma'an adalah sebuah kota di Yordania selatan yang dalam sejarahnya disebutkan didirikan oleh orang-orang Minae.

Orang-orang Minae adalah satu dari empat kelompok Yaman kuno yang disebutkan oleh Eratosthenes (seorang polymath Yunani). tiga lainnya yaitu: Sabaeans , Hadhramaut dan Qatabanians .

Saya menduga suku Minae ini ada keterkaitan dengan wilayah Mina dekat Makkah, yang hanya berjarak sekitar 8-9 Km dari bukit Safa dan Marwah tempat Hajar mencari air.

Dengan fakta bahwa kata ma'an dalam bahasa Arab pada dasarnya merujuk pada 'mina', tempat di mana kisah yang melegenda antara Hajar dan Air Zam-Zam terjadi, maka, asumsi kata air ataupun ayar sebagai kata yang merujuk pada nama Hajar, mestinya dapat pula dilihat sebagai hal yang mendasar dan masuk akal. Dengan kata lain sebutan air/ ayar di Asia Tenggara dan sebutan ma'an di Arab, linguistik historisnya sama-sama merujuk pada legenda Hajar.

Tampaknya kisah perjuangan Hajar mencari air untuk anaknya agar dapat bertahan hidup sangat menggugah orang-orang di masa lalu, sehingga menginspirasi mereka untuk mengabadikan nama Hajar untuk penyebutan kata 'air', bahwa penghargaan mereka pada Hajar sama seperti penghargaan mereka pada air sebagai sumber kehidupan.

Yang menarik, hipotesis asal-usul kata ‘Air’ berasal dari nama Hajar, Istri nabi Ibrahim, yang kisahnya demikian melegenda ketika berjuang di tengah padang pasir untuk mendapatkan air untuk nabi Ismail yang masih bayi pada saat itu, paralel dengan fakta bahwa nama 'Sarah' (istri nabi Ibrahim yang tertua) juga memiliki makna 'air' dalam naskah Rigveda. Dan bahkan, nama kuno untuk air terjun, yaitu 'Sarassa' (digunakan dlm bahasa tradisional di Sumatera dan Sulawesi untuk air terjun) sangat mungkin berasal dari nama Sarah.

Umat pemeluk agama Samawi (Yahudi, Kristen dan Islam) akrab dengan riwayat mengenai perselisihan antara Sarah dan Hajar.

Diriwayatkan, Hajar dan nabi Ismail yang masih bayi ditinggalkan oleh Ibrahim di tengah padang pasir yang sepi, atas perintah Sarah.

Rasa cemburu Sarah karena Hajar bisa memberikan anak pada Ibrahim sementara ia tidak bisa, diriwayatkan menjadi penyebab peristiwa tersebut.

Bagaikan cerita telenovela, persaingan antara Sarah dan Hajar ini tampaknya membangun kubu pendukung di garis keturunan mereka masing-masing. Persaingan terus terjadi, dan merembet hingga ke masalah asal-usul kata.

Jadi ketika kubu pendukung Hajar merekam nama leluhur mereka (Hajar) sebagai asal-usul nama 'air', kubu pendukung Sarah pun tidak mau kalah. Mereka juga berupaya mengemas nama Sarah terkait dengan makna 'air'. Secara sistematis mereka merekam hal ini dalam naskah Rigveda. Baca ulasan saya mengenai hal ini dalam artikel:

Kata ‘Air’ Berasal Dari Nama Hajar (Istri Nabi Ibrahim), Ini Buktinya!

Nama Keturah Juga Bermakna “Air”, ini Jejaknya Dalam Bahasa Jawa Kuno, Bahasa Tae’, dan Bahasa Welsh

Sekian pembahasan asal-usul kata 'air' ini. Semoga bermanfaat. Salam.

Baca artikel terkait:

Tahukah Kamu Asal-usul 'Angin'?

Artikel Terkait

Komentar