‘Tombolo Pao’, Pencari Harta Karun Mesti Tahu Arti Nama Ini

2 Shares
Reading Time: 3 minutes

Tombolo Pao adalah nama kecamatan yang terletak di Kabupaten Gowa, Sulawesi selatan. Wilayah ini berbatasan dengan Kabupaten Sinjai di sebelah timur, Kabupaten Bone di timur laut, dan kabupaten Maros di barat laut.

Daerah ini berada di dataran tinggi, antara 1000-1600 mdpl. Jadi, di wilayah ini suhu udaranya dingin. Jika anda pernah berkunjung ke daerah wisata alam Malino – kabupaten Gowa, jika anda melanjutkan perjalanan lebih ke arah timur, anda akan mencapai wilayah Tombolo Pao ini.

Di wilayah Malino hingga Tombolo Pao ada banyak panorama alam yang indah, dan selain itu juga kaya dengan kisah sejarah, serta tradisi adat yang masih terjaga dengan baik.



Panorama di wilayah malino (sumber: makassar.tribunnews.com)
Panorama di wilayah malino (sumber: makassar.tribunnews.com)



Panorama di wilayah malino (sumber: makassar.tribunnews.com)
Panorama di wilayah malino (sumber: makassar.tribunnews.com)

Tinjauan makna Toponim Tombolo Pao

Ungkapan terkena dari Wilhelm von Humboldt , bahwa “…Suara-suara tidak menjadi kata-kata sampai sebuah makna dimasukkan ke dalamnya, dan makna ini mewujudkan pemikiran suatu komunitas,” sungguh benar adanya.

Pada kenyataannya, di dunia ini, ada banyak nama-nama wilayah (toponim) yang sesungguhnya merekam makna tertentu, dan umumnya tentang suatu peristiwa dan hal-hal yang dianggap penting oleh orang-orang di masa lalu.

Teman-teman, dukung saya dengan subcribe di Channel Youtube ini... itu akan sangat membantu channel Youtube ini untuk terus berkembang. Terima kasih!

Sayangnya, dalam kurun waktu yang lama, kebanyakan makna dari toponim tersebut perlahan-lahan hilang dari ingatan manusia. Terpendam dalam relung-relung sejarah.

Salah satu toponim yang menarik untuk diketahui adalah nama wilayah ‘Tombolo Pao’ di Kabupaten Gowa. Dalam kesempatan ini, saya ingin berbagi sedikit pengetahuan, semoga saja dapat bermanfaat.

Kata ‘Tombolo’ dalam bahasa lokal di Sulawesi selatan, umumnya dimaknai sebagai ‘pegunungan’. Pemaknaan ini merujuk pada makna kata ‘bulu’ yang artinya: gunung. Jadi, -bolo pada kata tom-bolo, terkait dengan bentuk kata ‘bulu’. 

Lalu, bagaimana dengan suku kata ‘tom-‘ ? nah bagian ini yang menarik.

Kata ‘Tom’ dalam bahasa di Sulawesi Selatan, seingat saya tidak ada maknanya. Dan karena itu, harus dicari dalam bahasa lain. Dalam bahasa Inggris terdapat kata ‘tomb’ yang artinya ‘makam’.

Jadi, apakah nama tom-bolo dapat diartikan “makam – gunung”? – iya, tapi tunggu dulu. Untuk memperjelas dan menguatkan pemaknaan ini, saya ingin mengungkap kata ‘tombolo’ yang terdapat dalam bahasa Italia.

Dalam bahasa Italia, terdapat kata ‘tombolo’ atau tumulo’ yang artinya ‘gundukan’. Kata ini berasal dari bahasa Latin ‘tumulus’, yang juga artinya ‘gundukan’.

Secara tinjauan fonetis, morfologi bentuk antara kata “bolo – mulo – mulu” bisa dikatakan terkait. Yaitu fenomena pertukaran fonetis yang umum saling terjadi diantara fonetis kelompok artikulatoris labial : m, p, b, w. Begitu juga pertukaran yang sering terjadi antara fonetis o dan u.

Yang menarik, ‘tumulus’ dalam bahasa Latin, bukan hanya sekedar bermakna ‘gundukan’, tapi secara spesifik dimaknai sebagai “gundukan dari tanah atau batu di atas kuburan atau makam”. 



Dalam buku The American Heritage Dictionary of Indo-European Roots (edit by Calvert Watkins: 2000, hlm. 92) diungkap bahwa kata tumulus adalah bahasa Latin untuk ‘gundukan’ atau ‘bukit kecil’, yang berasal dari akar bahasa Proto-Indo-Eropa “tum-“, dengan beberapa makna seperti: menggembung, membengkak, tumor , menonjol di permukaan bumi – dan terutama, dianggap berasal dari bahasa Yunani ‘tumbos’ yang artinya: makam.

Demikianlah, kata ‘tombolo’ kurang lebih dapat kita maknai sebagai “gundukan tanah berbentuk bukit yang merupakan sebuah makam”.

Makam Raja Alyattes di Bin Tepe (Turki modern), dibangun sekitar 560 SM. Dianggap sebagai salah satu tombolo atau tumulus terbesar yang pernah dibangun”, dengan diameter 360 meter dan tinggi 61 meter.

Makam Raja Alyattes di Bin Tepe, Turki (sumber: wikipedia.org)
Makam Raja Alyattes di Bin Tepe, Turki (sumber: wikipedia.org)



Setelah memahami makna kata ‘tombolo’, sekarang kita beralih mengetahui makna kata ‘pao’.

Di Tanah Luwu, terdapat toponim ‘pao’ sekarang berada di wilayah malangke –  Luwu utara, merupakan pusat kedatuan luwu di sekitar abad ke 17.

Pao, saya perkirakan terkait pula dengan sebutan ‘bau’, yakni sebutan yang umumnya digunakan oleh bangsawan di kedatuan Luwu pada masa lalu. Salah satunya digunakan oleh permaisuri Andi Djemma (Datu Luwu), yang bernama ‘Andi Bau Tenri Padang’.

Dengan mencermati penggunaan sebutan ‘pao’ atau ‘bau’ yang terkhusus hanya digunakan sebagai nama pusat kerajaan dan keluarga kerajaan Luwu pada masa lalu, maka saya menduga jika sebutan ini terkait dengan kata dalam bahasa Cina ‘bao’ yang artinya: “harta, permata, berharga, langka”,  dapat juga berarti “memuliakan, memuji, menghormati”, serta, dapat juga berarti “kuat, tegas, dan abadi”.

Demikianlah, merujuk keseluruhan uraian di atas, toponim ‘tombolo pao’ dapat bermakna: makam harta/ permata/ berharga/ langka, dapat juga berarti makam yang dimuliakan atau dihormati.

Sekian. Semoga bermanfaat. Salam. 

2 Shares