Puisi | Kenyataan tentang Masa Ini

Masa ini adalah masa yang tidak akan pernah dikenang.

Sehebat apa pun peristiwa yang terjadi di masa ini, tidak akan pernah tercatat sebagai sejarah.

Masa ini adalah tepi waktu. Tepi zaman. Dan dapat pula kau sebut tepi sejarah.

Masa ini  bukan tempat bagi mereka yang masih bermimpi ingin menulis sejarah.

Tapi bukan berarti di masa ini tidak lagi dibutuhkan pejuang. Sebaliknya, pejuang yang sesungguhnya sangat dibutuhkan di masa ini.

Tapi bukan lagi nilai-nilai kemanusiaan yang diperjuangkan di masa ini. Bukan pula nilai keadilan.

Yang diperjuangkan di masa ini adalah tegak dan terjaganya kemurnian iman dan taqwa hanya kepada Allah Tuhan semesta alam.

Berjuanglah untuk itu… Berjuanglah untuk orang banyak, atau setidaknya untuk dirimu sendiri. Karena sungguh perjuangan di masa ini amatlah sulit.

Pare-Kediri, 20 Januari 2020

Yang minat silakan WA: 0811 469 694

Puisi | Dunia Memang Hanyalah Permainan dan Senda Gurau, tapi Kita Nampaknya Terlampau Banyak Bercanda

Jika saja kalian tahu betapa dunia kini sungguh ringkih berdiri di tepi zaman, aku yakin, kalian tidak akan lagi banyak berharap padanya. Kalian tidak lagi berhasrat mimpi menulis sejarah.

Sangat sulitnya kehidupan yang terjadi di depan sana menjadikan hal remeh temeh semacam itu tidak lagi memiliki tempat dalam keinginan kalian.

Selain itu, Seperti yang dulu pernah kukatakan “masa ini adalah tepi waktu. Tepi zaman. Dan dapat pula kau sebut tepi sejarah.”

Periode di depan sana adalah masa yang tidak akan pernah dikenang. Sehebat apa pun peristiwa yang terjadi di depan sana, tidak akan pernah tercatat sebagai sejarah. 

Pikirlah: Siapa yang mau mencatat siapa pula yang mau mengenang… semua orang sudah mati, waktu juga sudah berhenti… 🙂

Jika saja kalian tahu betapa kita telah memasuki masa-masa genting itu… Aku yakin, kalian tidak akan lagi banyak bercanda.

Kalian bukannya tidak diberi petunjuk. Telah berulang kali petunjuk itu mengetuk pintu hati kalian. Hanya saja setiap kali ia datang, kalian seperti orang yang hanya terbangun sesaat lalu tidur lagi.

Ia sungguh telah memberi banyak peringatan. Di dalam bathin telah berulang kalian diketuk. Sementara di luar sana, dunia terus diguncang peristiwa-peristiwa besar.

Ya, Dunia memang hanyalah permainan dan senda gurau, tapi kita nampaknya terlampau banyak bercanda dan banyak berangan-angan… 

Ketika Mimpi Terlihat Semakin Nyata

Ketika mimpi terlihat semakin nyata,
dan langit telah menepuk pundak.
Langkah kosong di ruang sepi,
adalah babak baru yang harus dimulai.

Nasib telah ditentukan. Karena itu, ketakutan…
menjadi hal yang tidak menguntungkan.
Biarlah sisi gelap terus membayangi,
karena di ujung sana cahaya terang telah menanti.

Jalan masih sangat panjang dan berliku.
Meski jurang menganga di kiri kanan,
Berjalan menutup mata…
lebih aman dari pada membuka mata.

Ya, di babak ini, semua adalah tentang keteguhan pada keyakinan.
Semua adalah tentang keikhlasan menjalani takdir.
Semua adalah tentang upaya memberi akhir yang terbaik.

Langit memang telah memerah.
Asap pun telah mengepul dari perapian.
Meski begitu, keselarasan mesti terus dipertahankan.
Karena semua hal, masing-masing punya momentumn.

Lagi pula, denyaran itu pasti hadir melintas.
Ketukan itu tak pernah menyalahi tempo.
dan juga mimpi-mimpi itu… selalu hadir dalam waktu yang tepat.

Sajadah

inilah tempat di mana hatimu menemukan keteduhan
di mana kemurnian tangis hadir dari lubuk hatimu..
tangis yang menghadirkan kelegaan dan kelapangan jiwamu

inilah tempat di mana kesia-siaan waktumu selama ini
dapat terbayar hanya dalam satu rangkaian sujud tobatmu..
tempat di mana cahaya hatimu dapat kembali terang menyinari sisa waktumu