Mungkinkah Furqan (Pembeda) Sama dengan Veda (Beda)?

0 Shares
Reading Time: 3 minutes

Ketika dalam artikel “Fakta yang Menguatkan Dugaan Dewa Brahma Sebagai Personifikasi Nabi Ibrahim” saya menyebut arti ‘Furqan’ (“pembeda”) ada keterkaitan dgn veda (yg dpt kita baca: beda), banyak pembaca tidak setuju.

Memang, selama ini orang-orang umumnya mengikuti pendapat Monier-Williams bahwa akar kata veda adalah vetti  yang artinya: tahu. [Monier Williams, 1899, in A Sanskrit–English Dictionary, (…), new edition, Oxford: At the Clarendon Press]

Penjelasan Monier Williams mengenai akar kata ‘veda’. dicapture dari halaman wikipedia yang membahas tentang etimologi veda. (dokpri)

Tapi tahukah kamu, kata ‘beda’ dalam bahasa indonesia berasal dari mana?



Kata ‘beda’ dalam bahasa Indonesia sangat mungkin terkait dengan satu kata dalam bahasa kannada (bahasa dravida) yaitu: Beda.

Kata ‘Beda’ dalam bahasa Kannada ini digunakan untuk “mengekspresikan ketidaksetujuan seseorang,” atau “pembatasan terhadap sesuatu.”

Jelas bahwa ekspresi yg dinyatakan kata ‘Beda’ dalam bahasa Kannada ini senada dengan fungsi kata ‘beda’ yang kita gunakan dalam bahasa Indonesia, bukan?

Teman-teman, dukung saya dengan subcribe di Channel Youtube ini... itu akan sangat membantu channel Youtube ini untuk terus berkembang. Terima kasih!


Saya melihat bahwa titik awal terbaik ketika kita ingin menelusuri asal usul kata ‘veda’ adalah pada bunyi pernyataan Manusmriti: Srutistu vedo vijneya yang artinya “Ketahuilah bahwa Veda adalah Sruti“. (Status Manusmriti atau Hukum Manu sebagai teks hukum kuno pertama di antara banyak Dharmasastra dari Hindu, menjadikannya sebagai sumber otentik yang sangat penting untuk dipertimbangkan). 



Karena ‘Sruti’ dalam bahasa Sanskerta artinya: “apa yang didengar”, yang dapat dideskripsikan sebagai suatu wahyu yang didapatkan melalui anubhava atau “pengalaman langsung,” (James Lochtefeld, 2002, “Shruti”, The Illustrated Encyclopedia of Hinduism, Vol. 2: N–Z) maka, dalam tradisi Hindu, Veda dianggap sebagai apauruseya (“bukan dari manusia” atau “bukan diciptakan oleh manusia”). Meskipun dalam perjalanannya, banyak juga sarjana menyangkal bahwa Sruti berasal dari Ilahi. Tapi saya tidak akan membahas polemik ini karena akan membuat pembahasan artikel ini menjadi melebar.

Jadi, dapat kita pahami secara eksplisit bahwa bunyi kalimat “Ketahuilah bahwa Veda adalah Sruti” adalah yaitu ingin menyatakan bahwa ayat-ayat yang ada dalam veda adalah suatu wahyu dari Ilahi.

Kualitas sebagai wahyu Ilahi inilah yang dijelaskan oleh Vaman Shivaram Apte (1858-1892) sebagai yang “MEMBEDAKAN” (distinguishing)  antara Sruti dengan smrti serta teks keagamaan Hindu lainnya. [Apte, Vaman Shivaram, 1965, The Practical Sanskrit-English Dictionary]

keistimewaan sruti yang “membedakannya” dengan Smriti menurut Vaman Shivaram Apte. Dicapture dari buku The Practical Sanskrit-English Dictionary, Vaman Shivaram Apte (1965). (Dokpri)

Demikianlah, penjelasan  Vaman Shivaram Apte ini memberi kita gambaran jejak adanya kesamaan antara makna Furqan yang berarti “pembeda” dengan kata veda (yang dapat kita baca: beda). 

Hal ini lebih jauh didukung oleh adanya jejak kata ‘Beda’ – yang digunakan untuk “mengekspresikan ketidaksetujuan seseorang,” atau “pembatasan terhadap sesuatu.” – dalam bahasa Kannada (rumpun Dravida) yaitu salah satu bahasa yang digunakan di benua India.

makna kata beda dalam bahasa Kannada – dicapture dari halaman www.wisdomlib.org (dokpri)

Jadi, jika Monier Williams menjelaskan ‘veda’ berasal dari kata sanskrit vetti yang berarti: “tahu/ pengetahuan” di sisi lain, sebenarnya ada makna yang lebih tepat yaitu “BEDA atau PEMBEDA” yang muncul dari kualitas aspek Ilahiah yang khusus dan istimewa yang dimilikinya, yang mem-BEDA-kan Sruti dengan Smrti dan naskah Dharmasastra Hindu lainnya.

Akhirnya, Hipotesis ini mau tidak mau mengarah pada kemungkinan bahwa kitab veda (atau SEBAGIAN DARI ISINYA) bisa jadi adalah bagian dari kitab Furqan yang diturunkan untuk Nabi Ibrahim. Baca QS. Ali Imran ayat 3-4 dan QS. Al A’laa ayat 18-19.

Lebih lanjut mengenai pembahasan ini baca dalam artikel:  Fakta yang Menguatkan Dugaan Dewa Brahma Sebagai Personifikasi Nabi Ibrahim.

Sekian. Semoga Bermanfaat. Salam.

0 Shares