Deretan Angka yang Menyiratkan “Pesan Kosmis” Garis Takdir Negara Indonesia

Dalam tulisan sebelumnya (Pesan Alam dalam Angka 168, dan Situasi Terkini Tanah Air) saya telah membahas “168” sebagai angka yang “mengisyaratkan suatu durasi waktu.” [agar pembaca dapat memahami hal yang mendasari “168” sebagai angka “yang mengisyaratkan suatu durasi waktu”, saya sangat menyarankan agar membaca artikel tersebut terlebih dahulu, sebelum memulai membaca tulisan ini].

Dalam tulisan tersebut, saya juga membahas pesan intuitif yang saya dapatkan setelah membaca sebuah berita di kompas.com berjudul “Lomba Video New Normal Pemerintah Berhadiah Rp 168 Miliar Dinilai Tak Tepat, Ini Alasannya.

Bahwa, sesaat setelah saya membaca berita tersebut, sesuatu dalam diri saya (baca:intuitif) mengatakan ini adalah “sebuah tanda tentang durasi waktu”.

Sayangnya, spektrum denyaran intuisi itu hanya sampai di situ. Selebihnya saya terpaksa mereka-reka. Bahwa mungkin ini tentang durasi waktu pemerintahan ini, atau juga mungkin negara ini. Yang tentu saja kedua alternatif itu membuat saya cemas.

Jika berandai-andai bahwa 168 Miliar itu adalah “pesan kosmis” tentang durasi waktu, maka, dalam hemat saya, titik awal perhitungannya adalah pada saat ketika pertama kali angka itu dicetuskan.

Namun, sejauh yang dapat saya gali, berita tentang hadiah 168 Miliar itu dirilis tanggal 22 Juni 2020 kemarin, dalam rangka pengumuman pemenang lomba tersebut, karena itu, bisa jadi pencetusan angka ini terjadi lebih awal dari tanggal 22 juni tersebut.

Jika merujuk pada tanggal 22 juni, maka akhir dari periode 168-nya (dalam hal ini 168 diasumsikan sebagai jumlah hari) adalah pada tanggal 7 Desember 2020.

Hal yang membuat saya lagi-lagi terkesima adalah “kenyataan lanjutan” yang mengiringi asumsi tersebut.

Dalam matematika ada yang disebut “bilangan sempurna” (Perfect numbers), yaitu bilangan bulat positif yang merupakan hasil dari jumlah faktor-faktornya kecuali bilangan itu sendiri.

Misalnya, 6 adalah bilangan sempurna, karena 1, 2, dan 3 adalah faktor dari 6 (1 + 2 + 3 = 6). Bilangan sempurna berikutnya adalah 28 (1 + 2 + 4 + 7 + 14 = 28).

Adapun deretan empat bilangan sempurna yang paling awal yaitu: 6, 28, 496, dan 8.128. 

Yang menarik, 168 adalah produk dari dua bilangan sempurna pertama, yaitu: 6 dan 28 (6 x 28 = 168), dan yang lebih menarik lagi, angka 6 dan 28 ini nampaknya memiliki keterkaitan pula dengan “tanggal 7 desember 2020” sebagai akhir suatu durasi waktu.

Keterkaitan itu tersaji pada deretan peristiwa aktual yang telah dan “mungkin” akan terjadi dalam waktu dekat ini.

“Angka 28” merujuk pada tanggal kepulangan HRS dari Arab di tanggal 10 november 2020 kemarin, yang berjarak 28 hari ke tanggal 7 desember 2020.

“Angka 6” merujuk pada tgl 2 desember 2020 (diagendakan sebagai momen ajang reuni PA 212), yang berjarak 6 hari ke tanggal 7 desember 2020.

Author: fadlybahari

Penjelajah dan Pengumpul Esensi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s