Biosemiotik, Geliat di Babak Akhir Pencarian Manusia

Dalam kamus Oxford Biokimia dan Biologi Molekuler (1997), dijelaskan bahwa Biosemiotik adalah “Studi tentang tanda-tanda, komunikasi, dan informasi dalam organisme hidup”.

Sementara itu, kalevi Kull (1999) dalam tulisannya Biosemiotics in the twentieth century: A view from biology, mengatakan: Biosemiotik dapat didefinisikan sebagai ilmu tanda-tanda dalam sistem kehidupan. Karakteristik utama dan khas biologi semiotik terletak pada pemahaman bahwa dalam kehidupan, entitas tidak berinteraksi seperti benda mekanis, melainkan sebagai pesan, atau potongan teks.

Dalam situs resminya; http://www.biosemiotics.org, Biosemiotik dijelaskan sebagai suatu agenda penelitian interdisipliner yang menyelidiki berbagai bentuk komunikasi dan makna yang ditemukan di dalam dan di antara sistem kehidupan. 

Dengan demikian ini adalah studi tentang representasi, makna, indera, dan signifikansi biologis dari proses kode dan tanda – sekuens kode genetik – proses pensinyalan antar sel – perilaku tampilan hewan – artefak semiotik manusia seperti bahasa dan pemikiran simbolik abstrak.

Proses tanda tersebut muncul di mana-mana dalam literatur tentang sistem biologis. Namun, hingga baru-baru ini, secara implisit diasumsikan bahwa penggunaan istilah-istilah seperti “pesan” “sinyal” “kode” dan “tanda” pada akhirnya bersifat metaforis, dan bahwa istilah semacam itu suatu hari nanti dapat secara efektif direduksi menjadi sekadar bahan kimia dan interaksi fisik yang mendasari proses tersebut.

Author: fadlybahari

Penjelajah dan Pengumpul Esensi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s