Puisi | Dunia Memang Hanyalah Permainan dan Senda Gurau, tapi Kita Nampaknya Terlampau Banyak Bercanda

Jika saja kalian tahu betapa dunia kini sungguh ringkih berdiri di tepi zaman, aku yakin, kalian tidak akan lagi banyak berharap padanya. Kalian tidak lagi berhasrat mimpi menulis sejarah.

Sangat sulitnya kehidupan yang terjadi di depan sana menjadikan hal remeh temeh semacam itu tidak lagi memiliki tempat dalam keinginan kalian.

Selain itu, Seperti yang dulu pernah kukatakan “masa ini adalah tepi waktu. Tepi zaman. Dan dapat pula kau sebut tepi sejarah.”

Periode di depan sana adalah masa yang tidak akan pernah dikenang. Sehebat apa pun peristiwa yang terjadi di depan sana, tidak akan pernah tercatat sebagai sejarah. 

Pikirlah: Siapa yang mau mencatat siapa pula yang mau mengenang… semua orang sudah mati, waktu juga sudah berhenti… 🙂

Jika saja kalian tahu betapa kita telah memasuki masa-masa genting itu… Aku yakin, kalian tidak akan lagi banyak bercanda.

Kalian bukannya tidak diberi petunjuk. Telah berulang kali petunjuk itu mengetuk pintu hati kalian. Hanya saja setiap kali ia datang, kalian seperti orang yang hanya terbangun sesaat lalu tidur lagi.

Ia sungguh telah memberi banyak peringatan. Di dalam bathin telah berulang kalian diketuk. Sementara di luar sana, dunia terus diguncang peristiwa-peristiwa besar.

Ya, Dunia memang hanyalah permainan dan senda gurau, tapi kita nampaknya terlampau banyak bercanda dan banyak berangan-angan… 

Biosemiotik, Geliat di Babak Akhir Pencarian Manusia

Dalam kamus Oxford Biokimia dan Biologi Molekuler (1997), dijelaskan bahwa Biosemiotik adalah “Studi tentang tanda-tanda, komunikasi, dan informasi dalam organisme hidup”.

Sementara itu, kalevi Kull (1999) dalam tulisannya Biosemiotics in the twentieth century: A view from biology, mengatakan: Biosemiotik dapat didefinisikan sebagai ilmu tanda-tanda dalam sistem kehidupan. Karakteristik utama dan khas biologi semiotik terletak pada pemahaman bahwa dalam kehidupan, entitas tidak berinteraksi seperti benda mekanis, melainkan sebagai pesan, atau potongan teks.

Dalam situs resminya; http://www.biosemiotics.org, Biosemiotik dijelaskan sebagai suatu agenda penelitian interdisipliner yang menyelidiki berbagai bentuk komunikasi dan makna yang ditemukan di dalam dan di antara sistem kehidupan. 

Dengan demikian ini adalah studi tentang representasi, makna, indera, dan signifikansi biologis dari proses kode dan tanda – sekuens kode genetik – proses pensinyalan antar sel – perilaku tampilan hewan – artefak semiotik manusia seperti bahasa dan pemikiran simbolik abstrak.

Proses tanda tersebut muncul di mana-mana dalam literatur tentang sistem biologis. Namun, hingga baru-baru ini, secara implisit diasumsikan bahwa penggunaan istilah-istilah seperti “pesan” “sinyal” “kode” dan “tanda” pada akhirnya bersifat metaforis, dan bahwa istilah semacam itu suatu hari nanti dapat secara efektif direduksi menjadi sekadar bahan kimia dan interaksi fisik yang mendasari proses tersebut.