Mana yang Benar “Sila” atau “Silakan”, “Laman” atau “Halaman”?

“Sila” atau “Silakan”?

Sudah sejak beberapa lama ini saya mengamati penggunaan kata ‘sila’ banyak digunakan orang-orang untuk membentuk kalimat yang sifatnya mengarahkan atau kalimat perintah. anehnya, akhiran -kan yang mestinya menyertai kata ‘sila’ yang berfungsi membentuk kalimat perintah tidak lagi digunakan. 

Saya jadi penasaran. Jadi ingin tahu, makna sebenarnya dari kata sila itu apa sih?

Karena itu, meluncurlah saya ke situs KBBI online untuk mencari tahu… dan hasilnya sebagai berikut:

  • sila/si*la/ (v) – silakan/si*la*kan/ (v): sudilah kiranya (kata perintah yang halus). Contoh kalimat: “sila duduk” atau “silakan duduk”;
  • silakanlah/si*la*kan*lah/ (v): silakan;
  • silalah/si*la*lah/ (v): silakan;
  • menyilakan/me*nyi*la*kan/(v): minta (menyuruh, mengajak, mengundang) dengan hormat supaya. Contoh kalimat tuan rumah Menyilakan tamu-tamu masuk;
  • tersila/ter*si*la/ (v): terserah; pulang maklum kepada. Contoh kalimat: Tersila kepadamulah, mau pergi atau tidak;
  • mempersilakan/mem*per*si*la*kan/ (v): minta secara lebih hormat supaya

Tentu saja apa yang ada di situs KBBI online ini tidak memadai, karena di sana tidak ada penjelasan untuk kata ‘sila’ yang akrab kita temukan ketika membahas Pancasila.

Dan jika dipikir-pikir, jelas akan timbul ambiguitas antara kata ‘sila’ yang tidak lagi menggunakan akhiran -kan, dengan kata ‘sila’ yang terlanjur akrab kita temukan penggunaannya dalam pembahasan sila-sila dalam pancasila.

Karena itu, saya pikir, mengetahui makna sebenarnya dari kata ‘sila’ adalah kunci untuk menjernihkan masalah ini. Pertanyaannya, dari mana kita bisa mendapatkan makna sebenarnya – jika KBBI saja tidak menjelaskan hal itu?

Seperti umumnya kata dalam bahasa Indonesia, yang bisa ditelusuri hingga ke bahasa Sanskerta, kata ‘sila’ pun ternyata demikian pula adanya.

Dalam kamus bahasa Sanskerta Monier-Williams, terdapat kata ‘zila’ yang pemaknaannya pada dasarnya cukup memiliki kesamaan makna dengan kata ‘sila’ dalam bahasa Indonesia. Silakan dicermati berikut ini…

Beberapa makan kata sila dalam Sanskerta (dokpri)

Dari mengetahui makna asli kata ‘sila’ yang berada dalam bahasa Sanskerta, kita mestinya dapat gambaran jika kalimat mengarahkan atau kalimat perintah yang menggunakan kata ‘sila’ dalam bahasa Indonesia, pada dasarnya membentuk kalimat sopan santun yang mengarahkan orang yang dituju agar melaksanakan hal yang diarahkan juga dengan praktik perilaku moral yang baik.

Demikianlah, saya pikir untuk menghindari timbulnya ambiguitas, sudilah kiranya untuk kembali menggunakan akhiran -kan pada kata ‘sila’ pada kalimat yang bertujuan mengarahkan atau kalimat perintah.

Author: fadlybahari

Penjelajah dan Pengumpul Esensi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s