Hipotesis: Morfologi Kata “Arrow” dan “Bag” dalam Bahasa Tae’

Pada tulisan sebelumnya, saya telah membahas hipotesa tentang language atau pun lingua sebagai kata yang berakar dari bahasa kuno di Nusantara (silahkan baca di sini).

Selanjutnya, dalam kesempatan ini, saya akan membahas dua kosakata lainnya dalam bahasa Inggris, yang juga saya duga berakar dari bahasa kuno di Nusantara. Kosakata tersebut adalah Arrow (panah) dan Bag (tas).

Morfologi kata Arru’ (bahasa tae’) ke bentuk kata Arrow (bahasa Inggris)

Dalam bahasa tae, arru’ artinya mempertajam. Sebagai contoh, ketika seseorang membuat tajam dengan cara mengikis ujung pensil atau ujung mata panah yang terbuat dari kayu atau bambu dengan sebilah pisau, dalam bahasa tae, kegiatan itu disebut arru’.

Dalam bahasa tae’ kegiatan seperti ini disebut arru’ (sumber photo: http://www.paintdrawpaint.com)

Bau atau aroma yang tajam dalam bahasa tae disebut masarru’ (bentuk dasar: sarru’, merupakan alternatif form dari kata arru’). Di sisi lain, sekelompok laki-laki yang menari dengan gerakan yang dinamis sambil mengayunkan bilah pedang yang terhunus, baik dalam sebuah prosesi penyambutan tamu terhormat, atau pun sebagai kelompok terdepan dalam suatu rombongan karnaval budaya, disebut tarian mangngaru’ (di Makassar biasa disebut angngaru’).

Tarian Mangngaru’, biasanya tampil di iringan terdepan dalam kegiatan karnaval budaya Tana Luwu (sumber foto: https://www.facebook.com/diskominfoplp/)

Walaupun dapat duga bahwa bentuk kata dasar dari kata mangngaru’ adalah arru’, namun, Pada masa sekarang, dalam bahasa di Sulawesi Selatan, makna “tajam” untuk kata mangngaru’ telah hilang dan lebih sinonim dengan kata mengamuk. 

Citra psikologis dari gerakan dinamis / teriakan lantang / dan acungan pedang yang terhunus – yang ditampilkan dalam tarian tersebut – yang nampak sebagai orang yang sedang mengamuk, sepertinya telah berperan secara dominan dalam proses morfologi kata ini – menggeser makna awalnya (yakni “tajam”) dan menggantikannya dengan makna “mengamuk”.

Seperti yang umum terjadi pada beberapa kata bahasa tae’ ketika terserap ke dalam bahasa indonesia, di mana tanda petik di akhir kata akan membentuk fonetis t (contoh: kata lipu’ menjadi liput/meliput/liputankunyi’ menjadi kunyitsila’ menjadi silat, dan masih banyak lagi contoh lainnya), maka demikian pula yang terjadi pada kata arru’ ataupun sarru’ yang terserap ke dalam bahasa Indonesia dengan bermorfologi menjadi kata serut (dari bentuk sarru’). 

Dari uraian singkat ini, dapat kita lihat bahwa dalam rentang waktu yang sangat lama kata arru’ terus mengalami evolusi dan membentuk kata-kata baru yang memperkaya khasanah bahasa tae’ ataupun bahasa Indonesia.

Hal lain yang menarik, adalah bahwa kata Arru’ beserta makna yang dikandungnya, terlihat sangat memiliki keidentikan dengan kata “Arrow” yang dalam bahasa Inggris berarti “panah.” 

Definisi umum dari kata Arrow adalah: “Sebuah poros/ batang yang diasah (dipertajam) pada bagian depan dan memberi bulu atau baling-baling di bagian belakang, ditembakkan dari busur sebagai senjata…”

Author: fadlybahari

Penjelajah dan Pengumpul Esensi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s