3 Isyarat Al Quran Bahas Teori Darwin

1 Shares
Reading Time: 6 minutes

Teori Darwin bisa dikatakan sebagai topik paling kontroversial dalam bidang ilmu pengetahuan, yang mengemuka dan menjadi bahan perdebatan sengit – mengiringi perjalanan sejarah manusia di abad-abad akhir millennium ke dua, dan tetap ramai dibahas serta menjadi tema popular di awal millennium ke tiga. Ini tidak lepas dari keberatan segmen agama, sosial hingga segmen politik yang ditimbulkannya.

Meskipun penelitian sains terkini telah memunculkan bukti kuat kebenaran teori Darwin, nyatanya, masih saja banyak kalangan tak bisa menerima kenyataan jika ia berasal dari kera.

Menurut survei Gallup 2014 , “Lebih dari empat dari 10 orang Amerika terus percaya bahwa Tuhan menciptakan manusia dalam bentuknya yang sekarang 10.000 tahun yang lalu, sebuah pandangan yang telah berubah sedikit selama tiga dekade terakhir. 



Akademi Sains Nasional Amerika Serikat menyatakan: “Saat ini, banyak denominasi agama (kelompok keagamaan) menerima bahwa evolusi biologis telah menghasilkan keragaman makhluk hidup selama miliaran tahun dalam sejarah Bumi. 

Denominasi agama yang tidak menerima terjadinya evolusi cenderung adalah mereka yang percaya pada interpretasi teks-teks agama yang sangat literal. (National Academy of Sciences; Institute of Medicine, 2008. Science, Evolution, and Creationism. Washington, D.C.: National Academy Press)



Teman-teman, dukung saya dengan subcribe di Channel Youtube ini... itu akan sangat membantu channel Youtube ini untuk terus berkembang. Terima kasih!

Bagian terakhir dari kalimat di atas, saya rasa ada benarnya. Dalam mencermati makna yang dikandung teks di dalam Kitab Suci terkadang memang dibutuhkan ketajaman intuitif dan keluasan wawasan agar dapat menginterpretasinya tidak secara literal. 

Pemahaman tersebut dibutuhkan – seperti halnya dalam mencermati makna Surat Nuh (Surat ke 71 di dalam Al Quran) ayat 14 yang berbunyi: “Dan sungguh, Dia telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan (kejadian)“.

Secara intuitif saya mendapati bunyi Surat Nuh ayat 14 ini ada kemungkinan terkait dengan teori Darwin, terutama pada kalimat “beberapa tingkatan (kejadian)”.

Terlebih ketika menyadari bahwa surat Nuh merupakan Surat ke 71 di dalam Al Quran, yang mana ada kesesuaian dengan angka tahun penerbitan buku “The Descent of Man, and Selection in Relation to Sex,” yaitu pada tahun 1871.

Pada buku “The Descent of Man, and Selection in Relation to Sex,” inilah sesungguhnya untuk pertama kali Darwin menerapkan teori evolusi untuk evolusi manusia. Bukan pada buku On the Origin of Species yang selama ini, cenderung lebih populer disebutkan ketika orang berbicara tentang teori Darwin.

Menariknya, ayat ke 14 surat Nuh yang “mengisyaratkan” teori Darwin, terlihat memiliki kesamaan angka dengan harga jual Edisi pertama buku tersebut, yaitu: 1.4 s. (Darwin Online: The Descent of Man).

Tak ketinggalan, Halaman 14 buku  “The Descent of Man” juga memberi isyarat yang senada. Halaman 14 buku tersebut adalah bagian halaman yang mengurai pokok pembahasan chapter I yang bertajuk “The evidence of the descent of man from some lower form ” (Bukti keturunan manusia dari beberapa bentuk yang lebih rendah). 

Seperti yang saya sebutkan di atas, Pada buku “The Descent of Man” inilah sesungguhnya untuk pertama kali Darwin menerapkan teori evolusi untuk evolusi manusia.

Berikut kutipannya…

1 Shares